<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1744823938480650009</id><updated>2012-02-15T22:38:14.589-08:00</updated><category term='Humor Rohani'/><title type='text'>PRAYER CLUB</title><subtitle type='html'>Your name is in our prayer list! Butuh dukungan doa email ke: mozart.pardede@yahoo.com atau sms ke: 08988357980</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mozartpardede2.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1744823938480650009/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mozartpardede2.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ps. MOZART PARDEDE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00462018068300324433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_6o9X2cTz45k/R_IZZDRffeI/AAAAAAAAAG8/CCq9PHYQFdc/S220/IMG_4702.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1744823938480650009.post-6983119641049080111</id><published>2007-11-27T19:51:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T23:58:36.153-08:00</updated><title type='text'>Bergaul Karib dengan Tuhan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6o9X2cTz45k/R0zl-pxtyHI/AAAAAAAAAFA/tzePRv2Jj1Y/s1600-h/Batam-jem.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137734139451918450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_6o9X2cTz45k/R0zl-pxtyHI/AAAAAAAAAFA/tzePRv2Jj1Y/s200/Batam-jem.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(1 Samuel 1:11-28)&lt;br /&gt;Setiap orang yang percaya kepada Tuhan, menerima Yesus sebagai juruslamat, lahir baru dan hidup dalam Tuhan, bukan berarti lepas dari masalah dan persoalan hidup, namun seorang anak Tuhan memiliki janji-janji Allah sebagai pengharapan yang pasti, disaat kita diperhadapkan dengan berbagai pergumulan hidup.&lt;br /&gt;Demikian pula dengan apa yang dialami oleh hana. Ketika ia mengizinkan suaminya mengambil penina sebagai istrinya, tanpa disadarinya tantangan dan pergumulan akan dihadapinya.&lt;br /&gt;Yang dihadapi oleh hana, bahwa ia mandul (Tuhan menutup kandungannya)&lt;br /&gt;Pembagian persembahan yang tidak sewajarnya, yang walaupun hana istri yang pertama, namun hanya menerima satu bagian.&lt;br /&gt;Ketika imam eli melihat hana hanya berdoa dalam hati, Imam Eli menyangka hana seorang wanita dursila dan sedang mabuk oleh anggur.&lt;br /&gt;Hana seorang wanita yang bergantung dan bergaul dengan Allah, walaupun dalam berbagai hal ia mengalami tantangan, namun ia tetap setia berdoa dan berharap hanya kepada Tuhan. Untuk bergantung kepada Tuhan, kita harus menerima Yesus sebagai Juruslamat, dan mengundang Roh Kudus mengisi kehidupan kita.&lt;br /&gt;Ketergantungan kita kepada Allah, membuat kita tetap bertahan dalam pergumulan hidup baik dalam masyarakat ataupun dalam keluarga. Hana disaat ia berdoa, dengan sabar ia menantikan jawaban doa akan pergumulannya, dan tetap meyakini Firman Tuhan. Hana memberikan teladan yang baik dimana dalam pergumulan hidupnya ia tetap berdoa dengan tekun dan setia sambil menunggu kedaulatan Allah yang jadi bukan apa yang menjadi kehendaknya, sehingga jawaban doa yang luar biasa boleh ia alami.AMIN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1744823938480650009-6983119641049080111?l=mozartpardede2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mozartpardede2.blogspot.com/feeds/6983119641049080111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1744823938480650009&amp;postID=6983119641049080111' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1744823938480650009/posts/default/6983119641049080111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1744823938480650009/posts/default/6983119641049080111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mozartpardede2.blogspot.com/2007/11/kekuatan-doa.html' title='Bergaul Karib dengan Tuhan'/><author><name>Ps. MOZART PARDEDE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00462018068300324433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_6o9X2cTz45k/R_IZZDRffeI/AAAAAAAAAG8/CCq9PHYQFdc/S220/IMG_4702.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6o9X2cTz45k/R0zl-pxtyHI/AAAAAAAAAFA/tzePRv2Jj1Y/s72-c/Batam-jem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1744823938480650009.post-4956265281844204227</id><published>2007-11-27T19:48:00.000-08:00</published><updated>2007-11-27T19:51:30.409-08:00</updated><title type='text'>Menanti jawaban doa</title><content type='html'>Doa merupakan komunikasi dengan Tuhan. Tidak jarang , ketika berdoa, manusia menggunakan untuk memuji Tuhan, mengucap syukur, berbagi masalah dan, meminta sesuatu. Meminta pada Tuhan adalah hal biasa, karena Beliau adalah Bapa kita (Lukas 6:36; Matius 6:6; Yesaya 63:16; dan Roma 8:15). Harus diakui, Tuhan selalu mendengar doa kita, bahkan Ia tahu sebelum kita meminta (Mazmur 139:4: Yesaya 65:24). Permintaan harus diajukan dan tidak berarti bila tidak ada jawaban (Matius 7:7-11). Kenyataannya Tuhan selalu menjawab doa-doa kita (Mazmur 86:7). Ada tiga jawaban doa yang diajarkan oleh guru sekolah minggu penulis, yaitu ya, tidak, dan tunggu.&lt;br /&gt;Jawaban ya untuk permohonan doa yang kita ajukan, adalah yang paling menyenangkan. Doa itu jelas memiliki arti dikabulkan. Jawaban tidak, adalah disebabkan karena permohonan doa itu bila dikabulkan, justru membahayakan fisik dan rohani kita (Mazmur 66:18 dan Yakobus 4:3). Jawaban doa yang lain lagi, adalah tunggu dulu. Tunggu dulu, kata ini mencemaskan kita. Tunggu dulu bisa memiliki arti sedikitnya dua hal. Hal pertama adalah permohonan doa tadi akan menjadi ya. Kedua, tentu saja permohonan doa tadi ditolak. Mengapa mencemaskan arti kata tunggu? Kata tunggu mengarah khusus pada waktu yang tidak tentu. Waktu ini dapat berarti sebentar dan lama. Resiko bagi manusia adalah mungkin saja, karena penantian ini ada peluang-peluang yang dilewatkannya. Jawaban doa dari tunggu yang akhirnya menjadi ya, mungkin akan mengurangi kekecewaan kita, karena melewati peluang-peluang tadi. Tapi coba bayangkan, bila peluang-peluang yang kita lewatkan tadi memiliki nuansa yang bagus, namun kita lewatkan, sedangkan akhir jawaban doa kita adalah NO! OOOOOOOh, BETAPA MENGECEWAKAN!!! Kita mungkin akan juueengkel sekali sama Tuhan, kenapa jawaban doa yang mengarah penolakan, tidak lebih cepat diberikan? Khan, kita dapat meraih peluang tadi.&lt;br /&gt;Orang tua kita di dunia, ingin menuruti permintaan dari anak-anaknya. Secara realitas, orang tua melihat kelayakan pemintaan anaknya. Anaknya yang berusia 3 tahun tidak akan dikabulkan, bila ia meminta sepeda motor. Permintaan anak itu juga akan ditolak dengan cepat, bila ia minta permen di kala sedang batuk dan pilek. Permintaan permen akan dikabulkan, bila ia telah sehat. Permintaan lain juga akan ditolak, bila kedua anaknya secara bersamaan meminta uang 200 juta rupiah. Ayah atau ibu dalam menyatakan kata “tunggu dulu” dan tenggang waktu keputusannya akan lebih lama. Pengabulan permintaan uang 200 juta rupiah, mungkin akan ditinjau kelayakan dan kepantasannya.&lt;br /&gt;Demikian juga doa-doa permohonan yang kita ajukan pada Bapa di surga. Bapa akan melihat lebih dalam lagi, karena Ia mampu memisahkan jiwa dan roh manusia (Mazmur 44:22 dan Ibrani 4:12). Permintaan yang kita ajukan pada Bapa memiliki dimensi yang lebih luas lagi. Perubahan dari “tunggu dulu untuk permohonanmu” ke “permohonanmu dikabulkan” atau “permohonanmu ditolak” betul-betul butuh waktu yang relatif. Perpindahan jawaban tadi relatif panjang dan relatif pendek, karena menurut waktu Tuhan (Yesaya 49:8; Yesaya 60:22 dan Ibrani 4:16). Perpindahan jawaban bagi manusia bisa jadi suatu bentuk ujian. Ujian untuk hal yang berkaitan dengan kesabaran, ujian iman, dan ujian ketaatan. Ketiganya sangat berkaitan dengan waktu. Ujian ini masih ditambah lebih berat lagi, komunikasi kita dengan Tuhan tidak seperti komunikasi kita dengan orang tua kita. Kita dapat berpura-pura baik di depan orang tua kita agar permintaan kita dikabulkan. Seperti tertulis di kitab Mazmur (94:11), Tuhan yang tidak terlihat, yang mengetahui isi hati, tujuan, dan motivasi kita meminta; berbeda dengan orang tua kita, yang mungkin masih bisa kita “tipu”.&lt;br /&gt;Ujian kesabaran, iman dan ketaatan menjadi satu paket dalam penantian jawaban doa kita. Seseorang yang di bawah tekanan masalah dapat dengan mudah terjatuh dari salah satu tiga hal di atas. Atau, dengan tekanan waktu, orang itu akan kelihatan emosi sesungguhnya. Kejatuhan salah satu hal dapat menyebabkan kejatuhan pada bidang lainnya.&lt;br /&gt;Variasinya dapat seperti berikut ini, orang yang tidak sabar, cenderung tidak percaya pada Tuhan dalam mengambil keputusan, selanjutnya ia akan menjadi tidak taat. Kejadian Saul ketika berperang terhadap orang Filistin, menggambarkan kejadian tersebut (I Samuel 13:9-14). Jawaban dari Tuhan adalah penantian bagi kita. Tugas kita adalah menanti dengan sabar terhadap apa pengabulan doa kita (I Yohanes 5:14). Permohonan doa kita yang harus cepat segera dijawab oleh Tuhan, tidak ubahnya memperhamba Tuhan (Yesaya 29:16). Tuhan memiliki hak jawab atas doa-doa permohonan kita dalam bentuk waktu.&lt;br /&gt;Kekecewaan-kekecewaan saat penantian jawaban atas permohonan-permohonan doa kita bisa disebabkan, karena kita adalah manusia. Manusia dalam bentuk daging. Jawaban-jawaban doa kita, dapat dijawab dengan Tuhan dalam sekejap mata. Persis, layaknya bila kita meminta sesuatu pada orang tua kita, jawaban dapat langsung diberikan. Kedagingan kita tidak merasakan jawaban doa itu, karena ada unsur-unsur yang menghalangi jawaban doa tadi. Jawaban doa sedang disampaikan pada kita, namun pembawa jawab doa itu dihadang oleh sesuatu. Peristiwa ini tertulis di Kitab Daniel atas jawaban doa-nya.&lt;br /&gt;Jawaban doa adalah ibarat, seorang anak yang telah usai sekolah dan menunggu jemputan orang tua-nya. Anak ini mungkin bertanya-tanya, mengapa saya tidak segera dijemput? Apakah ayah lupa, saya harus dijemput jam sekian? Ataukah, ia sedang berjuang mengatasi padatnya lalu lintas untuk menuju kemari. Ilustrasi ini hanyalah menceritakan keterbatasn manusia saja, Tuhan kita lebih dari sekedar manusia. Tuhan melihat kita setiap saat, Ia memberikan jawaban doa tepat pada waktu kita membutuhkannya. Terpujilah Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1744823938480650009-4956265281844204227?l=mozartpardede2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mozartpardede2.blogspot.com/feeds/4956265281844204227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1744823938480650009&amp;postID=4956265281844204227' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1744823938480650009/posts/default/4956265281844204227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1744823938480650009/posts/default/4956265281844204227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mozartpardede2.blogspot.com/2007/11/menanti-jawaban-doa.html' title='Menanti jawaban doa'/><author><name>Ps. MOZART PARDEDE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00462018068300324433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_6o9X2cTz45k/R_IZZDRffeI/AAAAAAAAAG8/CCq9PHYQFdc/S220/IMG_4702.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1744823938480650009.post-2350912721909122672</id><published>2007-10-15T11:23:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T23:58:36.299-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor Rohani'/><title type='text'>Alasan Untuk Pergi ke Gereja</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6o9X2cTz45k/RxOzMvAT2RI/AAAAAAAAABk/IwlkFmWUst8/s1600-h/Smn-chipmo.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5121634232607955218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 233px; CURSOR: hand; HEIGHT: 216px" height="240" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_6o9X2cTz45k/RxOzMvAT2RI/AAAAAAAAABk/IwlkFmWUst8/s320/Smn-chipmo.jpg" width="245" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada suatu pagi, seorang ibu mengetuk pintu kamar anak laki-lakinya dan memberitahunya bahwa sudah saatnya bangun dan pergi ke gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak ke gereja pagi ini," kata si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu harus bangun dan pergi ke gereja," balas si ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak mau." si anak menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, kamu harus ke gereja," si ibu berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak mau. Mereka tidak menyukaiku dan sebaliknya, aku juga tidak menyukai mereka!" kata si anak. "Beri aku dua alasan bagus mengapa aku harus ke gereja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satu, kamu berumur 55 tahun dan alasan kedua ialah karena kamu itu pendetanya!"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1744823938480650009-2350912721909122672?l=mozartpardede2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mozartpardede2.blogspot.com/feeds/2350912721909122672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1744823938480650009&amp;postID=2350912721909122672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1744823938480650009/posts/default/2350912721909122672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1744823938480650009/posts/default/2350912721909122672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mozartpardede2.blogspot.com/2007/10/alasan-untuk-pergi-ke-gereja.html' title='Alasan Untuk Pergi ke Gereja'/><author><name>Ps. MOZART PARDEDE</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00462018068300324433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='http://bp3.blogger.com/_6o9X2cTz45k/R_IZZDRffeI/AAAAAAAAAG8/CCq9PHYQFdc/S220/IMG_4702.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6o9X2cTz45k/RxOzMvAT2RI/AAAAAAAAABk/IwlkFmWUst8/s72-c/Smn-chipmo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
